Piool.com - Aku mulai memijat betisnya. Oh mulus sekali kulitnya. Sekitar 5 menit memijat betisnya, tanganku naik ke pahanya. Mulanya dia diam saja. Lalu aku beranikan diri menaikkan pijatanku ke pangkal pahanya.
“Hmm.. Enak Jack. Kamu pinter.. Ya.. Di situ Jack..”
Aku sengaja meremas-remas pahanya semakin naik hingga jari kelingkingku menggesek-gesek memeknya yang masih dibalut baju senam itu. Aku pura-pura tak merasakannya. Mendapat pelakuan seperti itu, dia malah melebarkan pahanya namun matanya masih terpejam. Nafasnya pun sudah tidak beraturan. Melihat dia sudah bernafsu aku menghentikan pijatanku. Lalu dia membuka matanya..
“Kok berhenti Jack? Jack capek ya?”. Dari tatapan matanya seolah dia ingin aku agar tidak berhenti menggesek-gesekkan jariku di memeknya.
“Nggak Tan. Cuma kalo posisinya gini kurang nyaman aja. Lagian nggak ada yang ditonton. Kan nggak semangat”
“Ya udah, kita pindah aja ke kamar Tante. Disana ada TV-nya. VCD juga ada, jadi kamu mijatnya kan bisa sambil nonton”, lalu Tante menarik tanganku menuju lantai atas ke kamarnya.
“Nah, ini kamar Tante. Tante rebahan dulu, kamu pasang VCD-nya”, wow, kamarnya luas. Mungkin 3 kali luas kamar kostku. Lengkap dengan home theaternya.
“Pilih aja film yang kamu suka”, Tante menyuruhku sambil rebahan di springbednya.
Sedang asyik-asyiknya memilih-milih, tanpa sengaja kulihat sebuah CD yang diletakkan di bawah VCD player. Setelah kulihat ternyata CD BF bertuliskan Vivid.
“Kalo nonton yang ini boleh nggak?” tanyaku sambil menunjukkan CD-nya ke Tante Merry.
“Oh itu. Boleh aja. Tapi pijatnya tetap konsentrasi ya..?”
“Beres..”, jawabku sambil memasukkan CD ke playernya.
Dengan posisi tubuhnya tengkurap menghadap TV, dan aku duduk di sebelahnya.
“Tadi kan udah paha, sekarang tolong pijatin punggung Tante yah. Pijatan kamu enak Jack”
Aku mulai meletakkan jari-jariku di punggungnya dan meremas-remas, sedang dia asyik menonton VCD yang aku putar. Pas adegan cewek bule yang memeknya dihisap dan dijilati oleh cowok negro, aku pura-pura bertanya..
Terkait
“Tan, kalo cewek dijilatin gitunya enak ngga sih?”
“Tante sendiri nggak tau rasanya. Soalnya sama Oom nggak pernah digituin. Lagian jijik ah..”
“Ah, masa sih Tan? Kata teman saya rasanya jilatin memek itu enak-enak asin. Banyak cewek yang suka kalo memeknya dijilatin”, ujarku sambil tanganku meremas-remas pantatnya.
“Emangnya kamu nggak pernah? Kenapa nggak cobain punya pacarmu?”
“Coba kalo saya punya pacar, mungkin saya nggak penasaran kaya gini” (Aku berpura-pura tidak pernah mencobanya, padahal sudah sering).
“Tante juga penasaran sih pengen dijilatin. Tapi Oom nggak bakal mau deh”, mendengar kata-katanya aku langsung nekat meremas payudaranya dari belakang dan kudekatkan bibirku di telinganya..
“Jack mau jilatin memek Tante sekarang”, ujarku sambil memasukkan lidahku di telinganya, kujilat cupingnya.. Dia hanya mendesah..
“Ohh.. Jack.. Hmmpp..” Wajib baca!

0 Response to "Kisah Ngewe Anus Tante Meri dan Mama Teman 2"
Post a Comment